Pencarian
Login/Daftar Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik

Total Hits : 354600
Pengunjung : 82405
Hari ini : 80
Hits hari ini : 159
Member Online : 84
IP : 54.167.29.208
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

smk_sarifarma    
Agenda
21 February 2018
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Festival Permainan Tradisional

Tanggal : 12/06/2012, 12:26:57, dibaca 722 kali.

DEPOK, SARIFARMA.COM


Untuk pertama kalinya, Festival Permainan Tradisional akan diselenggarakan di Indonesia. Rencananya festival ini akan dilaksanakan di Area Parkir Stadion Mandala Krida, Yogyakarta pada 16-19 November 2012.


Penyelenggaraan festival ini berada di bawah Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi, Gendro Nurhadi mengatakan, ada unsur-unsur pendidikan karakter dalam permainan tradisional, misalnya kebersamaan, kepemimpinan, sikap menerima kekalahan, dan tenggang rasa. Seperti dilansir dari laman kemdikbud.go.id, Gendro mengaku saat ini keberadaan permainan tradisional memang telah tersisih karena adanya perkembangan teknologi, sehingga banyak anak-anak yang lebih suka bermain gadget elektronik.


Minat anak-anak terhadap permainan tradisional pun berkurang. Karena itu Ditjen Kebudayaan Kemdikbud berusaha menghidupkan kembali permainan tradisional melalui Festival Permainan Tradisional yang akan berlangsung pada 16-19 November 2012 di Yogyakarta. “Salah satu tujuan diselenggarakannya Festival Permainan tradisional ini adalah untuk melestarikan nilai-nilai luhur warisan budaya Indonesia yang terkandung dalam pengetahuan tradisional dan ekspresi budaya tradisional sehingga dapat memperkuat karakter dan jati diri bangsa terutama generasi muda.


Peserta festival terdiri dari guru, peserta didik (siswa SD dan SMP), pengrajin permainan tradisional, praktisi, dan komunitas permainan tradisional,” kata Gendro. Lebih lanjut dituturkan dia, pelaksanaan festival yang bebas dikunjungi masyarakat ini juga diharapkan bisa membuat orang tua mau memberikan kebebasan kepada anak-anaknya dalam berekspresi dengan memainkan permainan tradisional. Selain itu, dengan mengundang guru-guru dari berbagai daerah di tanah air, diharapkan guru-guru bisa mengenalkan beragam permainan tradisional kepada anak didiknya sekembalinya ke daerah asal.


Metode mengajar untuk pendidikan karakter pun bisa dengan menggunakan permainan tradisional, baik dari membuatnya, hingga memainkannya. Festival Permainan Tradisional yang akan berlangsung di Area Parkir Stadion Mandala Krida, Yogyakarta ini diselenggarakan dengan berbagai bentuk kegiatan. Di antaranya Talkshow Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional Berbasis Muatan Lokal, Atraksi Permainan Tradisional, pameran, dan peragaan pembuatan alat permainan tradisional oleh para pengrajin permainan tradisional.


Sumber: Monde



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
Komentar FB
Komentar Standar

Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :
 
Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas