Pencarian
Login/Daftar Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik

Total Hits : 348972
Pengunjung : 80926
Hari ini : 60
Hits hari ini : 203
Member Online : 84
IP : 54.163.39.19
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

smk_sarifarma    
Agenda
21 January 2018
M
S
S
R
K
J
S
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Setelah SMP Mau Ke Mana?

Tanggal : 21-04-2014 15:42, dibaca 2525 kali.

SETELAH LULUS SMP/MTS MAU KE MANA?

Setelah menyelesaikan sekoah menengah pertama (SMP), anda bercita-cita melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yaitu sekolah menengah tingkat atas. Apakah anda merasa bingung untuk menentukan sekolah menengah yang akan anda masuki ? Untuk itu anda perlu informasi tentang sekolah lanjutan tingkat atas atau yang dikenal dengan singkatan SLTA (SMA/MA/SMK).

Mengenal Jenis SLTA.

Ada dua jenis SLTA yang dapat dimasuki setelah sekolah menengah pertama (SMP/MTs), yaitu Sekolah Menengah Umum (SMA/MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

1. Sekolah Menengah Umum (SMA/MA).

Sekolah menengah umum - di lingkungan Kementrian Pendidikan dikenal sebagai SMA dan di lingkungan Kementrian Agama dikenal dengan MA (Madrasah Aliyah) - lebih mengutamakan mempersiapkanan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Dalam rangka mempersiapkan siswa memasuki pemdidikan tinggi, pada sekolah menengah umum (SMA) diselenggarakan program pendidikan khusus. Ada tiga program pengajaran di SMA, yaitu Program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Program Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Program Bahasa.

Masing-masing program bertujuan untuk mempersiapkan siswa memasuki perguruan tinggi yang berkaitan dengan ilmu-ilmu pada program tersebut. Program Pengetahuan Alam bertujuan untuk menyiapkan siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang tinggi yang berkaitan dengan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Program Pengetahuan Sosial bertujuan untuk menyiapkan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi yang berkaitan dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Sementara itu, Program Bahasa bertujuan untuk menyiapkan siswa memasuki pendidikan tinggi yang berkaitan dengan ilmu bahasa.

Program khusus di SMA diselenggarakan pada Semester I Kelas XI. Dasar yang dipakai untuk penjurusan siswa adalah akademik selama 2 semester kelas X. Kecuali itu, dipertimbangkan juga minat dan bakat yang dimiliki serta atas persetujuan orang tua siswa.

Untuk Madrasah Aliyah/MA pada dasarnya sama dengan di SMA, hanya ada tambahan muatan Ilmu KeIslaman.

2. Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ).

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu jenis SLTA yang dapat dimasuki setelah SMP. Sekolah menengah kejuruan bertujuan untuk :

a.Menyiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta mengembangkan sikap profesional.
b.Menyiapkan siswa agar mampu memilih karir.
c.Menyiapkan tenaga kerja tingkat menengah dan mengisi kebutuhan dunia usaha.

Siswa yang belajar di SMK lebih banyak dibekali keterampilan untuk memasuki lapangan kerja.

SMK mempunyai penekanan pada ilmu-ilmu tertentu. Ada Sekolah Menengah Kejuruan yang khusus mempelajari ILMU FARMASI (Obat-obatan), ilmu teknik, ada yang khusus mempelajari ilmu pertanian, ada yang khusus mempelajari ilmu yang berkaitan dengan kesejahteraan keluarga, ada yang khusus mempelajari ilmu yang berkaitan kelautan, ada yang khusus mempelajari ilmu yang berkaitan dengan ekonomi/akuntansi, ada yang khusus mempelajari ilmu yang berkaitan dengan komputer dan masih banyak lagi yang semuanya bertujuan untuk mempersiapkan calon tenaga kerja siap pakai sesuai dengan bidang dan keahlian masing-masing yang dibutuhkan dunia usaha.

Contoh : SMK Farmasi, SMK Analis Kimia, SMK Perikanan, SMK Perkapalan, Sekolah kelautan, SMK Ekonomi/Akuntasi, SMK Pariwisata Tata Boga dll.

Sekarang tergantung tujuan anda. Jika anda bertujuan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi selepas SLTA, pilihlah SMA atau MA. Tetapi Jika anda ingin siap kerja, maka pilihlah SMK. Memilih SMK bukan berarti menutup kemungkinan anda untuk melanjutkan ke perguruan tinggi lho. Anda Tetap dapat melanjutkan ke perguruan tinggi, hanya saja jurusannya (program studi) dibatasi pada jurusan-jurusan yang berkaitan dengan jurusan SMK yang anda pilih. Di situlah justru kelebihan SMK dibanding SMA. Misalnya anda memilih SMK Farmasi, anda bisa melanjutkan ke perguruan tinggi jurusan farmasi, biologi,kimia, atau kedokteran.

Nah, Sudah memutuskan pilihan Anda? Jika sudah, berikutnya adalah menentukan SMA atau SMK mana yang akan dipilih.

Jika memilih SMA/MA.

Anda tentu ingin berhasil dalam mengikuti pendidikan di SMA atau MA yang anda pilih bukan? berikut adalah tips memilih SMA/MA yang tepat:

  1. Pilih SMA Negeri atau Swasta. Secara umum mutu pendidikan di SMA Negeri relatif bisa diandalkan karena sebagian besar biaya operasional sudah ditanggung oleh negara. Hanya saja anda disyaratkan memiliki Nilai UN yang cukup untuk bisa masuk SMA/MA Negeri. Nah, kalau nilai anda tidak cukup, anda terpaksa harus memilih SMA/MA swasta. Tapi Jangan khawatir banyak kok SMA/MA swasta yang bermutu baik. Bagaimana caranya? Tips No 2 dan seterusnya adalah tips memilih SMA/MA yang berkualitas.
  2. Cek Akreditasinya. Sebaiknya pilih yang A minimal B. Meski Akreditasi kata orang bisa "dibeli" setidaknya sekolah tersebut sudah pernah dipantau kualitasnya.
  3. Cek Gedung/Fasilitasnya. Apakah Gedungnya terawat baik, apakah ada Laboratorium yang mendukung/tidak, jika ada lengkap atau tidak. Kelengkapan Fasilitas mencerminkan keseriusan pihak sekolah/yayasan dalam mengelola sekolah tersebut.
  4. Cek Proses Pembelajaran. Pembelajaran amat penting karena sekolah adalah tempat "mendidik" bukan sekedar belajar ilmu pengetahuan. Sekolah yang baik harus memperhatikan pendidikan karakter. Caranya mudah cek saja tindakan sekolah terhadap ketidakhadiran, kerapihan dan penampilan siswa. Sekolah yang baik juga harus memperhatikan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler berfungsi sebagai wadah penyaluran minat dan bakat siswa. Jika perlu anda bisa cek apakah sering ada jam kosong atau tidak. Anda bisa menanyakan hal ini kepada alumnus sekolah tersebut. Terlalu banyak jam kosong mengindikasikan guru-gurunya sering tidak hadir/jumlah guru tetapnya kurang. Bisa anda bayangkan bagaimana mutu pembelajarannya jika sering kosong!. Jam belajar yang terlalu sering kosong juga meningkatkan kecenderungan siswa melakukan kenakalan-kenakalan.
  5. Cek Apakah pada saat Ujian Nasional (UN) ada "tim sukses" atau tidak. Jika ada, JANGAN PILIH sekolah ini. Sekolah yang baik akan menjunjung tinggi KEJUJURAN. Apa jadinya kalau sarana pendidikan justru memilih bersikap tidak jujur? Runtuh semua nasehat, ajaran dan wejangan moral/akhlak yang telah diberikan selama 3 tahun kalau di akhir ada PROSES TIDAK JUJUR yang dilakukan/dilembagakan.
  6. Cek REPUTASI Sekolah. Reputasi yang perlu dicek adalah apakah siswanya sering terlibat tawuran/tidak, banyak kasus kenakalan remaja/tidak.
  7. Cek PRESTASI sekolah. Tips di atas adalah kriteria minimal yang harus diperhatikan. Selanjutnya anda bisa juga mengecek prestasi-prestasi yang diraih sekolah, tapi ini hanya kriteria tambahan saja, tidak wajib.

Jika memilih SMK

Memilih SMK itu gampang-gampang susah, karena jurusannya sangat banyak, apa lagi sebagaian besar SMK adalah swasta. Berikut adalah Tips memilih SMK:

  1. Pilih jurusan/kompetensi keahlian yang diinginkan. Apakah Farmasi, Analis Kimia, Pariwisata, Akuntansi dll. Pertimbangan utama memilih jurusan adalah Minat anda dan Peluang Kerja lulusan SMK tersebut. Saat ini jurusan yang peluang kerja-nya masih tinggi adalah SMK Farmasi, Analis Kimia, Analis Kesehatan, Multimedia, Pariwisata, dan Grafika. Beberapa jurusan lain bukan berarti peluangnya kecil tetapi dibanding beberapa jurusan tersebut masih kalah.
  2. Cek Gedung/Fasilitas sekolah. Jika sudah menentukan jurusan, berikutnya adalah Cek Gedung/Fasilitas Lab-nya. SMK mengutamakan keterampilan, sehingga menjadi keharusan memiliki fasilitas lab (ruang praktek) yang memadai. Misalnya jika anda memilih SMK Farmasi, Jangan sampai anda memilih sekolah yang tidak memiliki Lab Farmasi dan Kimia, karena itu adalah fasilitas standar yang harus ada. Sama halnya dengan memilih SMA/MA, gedung/fasilitas yang memadai menunjukkan keriusan pengelolaan sekolah.
  3. Cek Proses Pembelajaran. Pembelajaran amat penting karena sekolah adalah tempat "mendidik" bukan sekedar belajar ilmu pengetahuan. Sekolah yang baik harus memperhatikan pendidikan karakter. Caranya mudah cek saja tindakan sekolah terhadap ketidakhadiran, kerapihan dan penampilan siswa. Sekolah yang baik juga harus memperhatikan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler berfungsi sebagai wadah penyaluran minat dan bakat siswa. Jika perlu anda bisa cek apakah sering ada jam kosong atau tidak. Anda bisa menanyakan hal ini kepada alumnus sekolah tersebut. Terlalu banyak jam kosong mengindikasikan guru-gurunya sering tidak hadir/jumlah guru tetapnya kurang. Bisa anda bayangkan bagaimana mutu pembelajarannya jika sering kosong!. Jam belajar yang terlalu sering kosong juga meningkatkan kecenderungan siswa melakukan kenakalan-kenakalan.
  4. Cek Apakah pada saat Ujian Nasional (UN) ada "tim sukses" atau tidak. Jika ada, JANGAN PILIH sekolah ini. Sekolah yang baik akan menjunjung tinggi KEJUJURAN. Apa jadinya kalau sarana pendidikan justru memilih bersikap tidak jujur? Runtuh semua nasehat, ajaran dan wejangan moral/akhlak yang telah diberikan selama 3 tahun kalau di akhir ada PROSES TIDAK JUJUR yang dilakukan/dilembagakan.
  5. Selanjutnya anda bisa cek AKREDITASI, REPUTASI dan PRESTASI sekolah seperti yang telah disebutkan di tips memilih SMA/MA.

Untuk SMK, akreditasi tidak harus menjadi prioritas utama, karena jurusan-jurusan SMK akan selalu berubah/berkembang sesuai perkembangan kebutuhan dinia kerja, sehingga boleh jadi ada SMK baru yang belum terakreditasi karena memang baru didirikan, padahal kualitasnya diprediksi akan bagus karena dikelola dengan baik/serius. Jadi intinya sekolah yang baik adalah sekolah yang dikelola dengan serius, tidak asal-asalan. Indikatornya dapat dilihat dari poin-poin di atas.

Selamat memilih Sekolah!! semoga pilihan anda tepat, setidak-tidaknya tidak menjadi penyesalan di kemuadian hari.



Pengirim : Adi Susanto


Share This Post To :

Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Komentar FB
Komentar Standar

Komentar Melalui Facebook :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas