Pencarian
Login/Daftar Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik

Total Hits : 374251
Pengunjung : 88707
Hari ini : 6
Hits hari ini : 84
Member Online : 80
IP : 54.80.82.9
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

smk_sarifarma    
Agenda
22 May 2018
M
S
S
R
K
J
S
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Obat Generik vs Obat Bermerek vs Obat Paten

Tanggal : 17-04-2013 09:14, dibaca 1720 kali.

OBAT PATEN :

Adalah hak paten yang diberikan kepada industri farmasi pada obat baru yang ditemukannya berdasarkan riset. Industri farmasi tersebut diberi hak paten untuk memproduksi dan memasarkannya, setelah melalui berbagaii tahapan uji klinis sesuai aturan yang telah ditetapkan secara internasional. Obat yang telah diberi hak paten tersebut tidak boleh diproduksi dan dipasarkan dengan nama generik oleh industri farmasi lain tanpa izin pemilik hak paten selama masih dalam masa hak paten. Berdasarkan UU No 14 tahun 2001, tentang Paten, masa hak paten berlaku 20 tahun (pasal 8 ayat 1) dan bisa juga 10 tahun (pasal 9).

Contohnya adalah Norvask. Kandungan Norvask adalah amlodipine besylate. Pemilik hak paten adalah Pfizer. Ketika masih dalam masa hak paten (sebelum 2007), hanya Pfizer yang boleh memproduksi dan memasarkan amlodipine. Bisa dibayangkan, produsen tanpa saingan. Harganya luar biasa mahal. Biaya riset, biaya produksi, biaya promosi dan biaya-biaya lain semuanya dibebankan kepada pasien.

Setelah masa hak paten berakhir, barulah industri farmasi lain boleh memproduksi dan memasarkan amlodipine dengan berbagai merek. Artinya statusnya berubah menjadi obat generik (obat umum, milik publik). sehingga Amlodipine dapat diproduksi dan dipasarkan oleh semua industri farmasi dengan nama Amlodipin atau dengan nama merek tertentu misalnya Tensivask, Adivask, Udinvask, Jokowidipine, atau apa lah terserah perusahaan.

OBAT GENERIK:

Obat Generik adalah obat yang telah habis masa patennya sehingga sudah menjadi milik publik. obat generik dapat diproduksi dan dipasarkan dengan nama generik dengan diberi merek atau tanpa merek. Sehingga obat generik dibagi menjadi 2 macam yaitu obat generik berlogo dan obat generik bermerek.

OBAT GENERIK BERLOGO:

Adalah nama obat yang sama dengan zat aktif berkhasiat yang dikandungnya, sesuai nama resmi International Non-propietary Names (INN) yang telah di tetapkan dalam Farmakope Indonesia. Contohnya: Amlodipin, Parasetamol, Antalgin, Asam Mefenamat, Amoksisilin, Cefadroxyl, Loratadine, Ketoconazole, dan lain-lain. Biasanya disertai logo generik. Semua industri farmasi boleh memproduksi dan memasarkan semua jenis obat generik. Jadi akan ada Amoksisilin dari Kimia Farma, Indo Farma, Sanbe Farma, Bejo Farma, dll. Obat ini harganya murah karena kemasannya sederhana, dan tidak ada biaya promosi.

OBAT GENERIK BERMEREK:

Adalah obat generik tertentu yang diberi nama atau merek dagang sesuai kehendak produsen obat. Contoh: natrium diklofenak (nama generik) diproduksi dan dipasarkan dengan merek Voltaren, Voltadex, Klotaren, Voren, Divoltar, dan lain-lain. Obat yang dulunya disebut obat paten termasuk golongan ini karena masa patennya sudah habis. Harga obat bermerek menjadi mahal karena ada biaya kemasan, promosi dan lain-lain

Nah, jelaslah bahwa obat generik bermerek yang selama ini dianggap obat paten sebenarnya adalah obat generik yang diberi merek dagang oleh masing-masing produsen obat. Dan jelas pula bahwa pengertian paten adalah hak paten, bukan ampuh hanya karena mahal dan kemasannya menarik. Baik Obat Paten, Obat Generik Berlogo maupun obat generik bermerek yang dipasarkan semuanya sudah melalui UJI persyaratan yang ditentukan oleh Farmakope, sehingga mutu dan khasiatnya relatif sama, hanya zat tambahan saja yang mungkin berbeda.

So, jadilah orang pintar dengan memilih obat generik berlogo. Jangan mau dibodohi oleh dokter, industri farmasi, atau apotek yang hanya mengejar keuntungan semata.



Pengirim : Adi Susanto, Apt.


Share This Post To :

Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Komentar FB
Komentar Standar

Komentar Melalui Facebook :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : Taufiq -  [fakultashukumuii@gmail.com]  Tanggal : 16/01/2014
Info yang menarik!!


   Kembali ke Atas