Pencarian
Login/Daftar Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik

Total Hits : 348970
Pengunjung : 80926
Hari ini : 60
Hits hari ini : 201
Member Online : 84
IP : 54.163.39.19
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

smk_sarifarma    
Agenda
21 January 2018
M
S
S
R
K
J
S
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Prinsip Memilih Obat

Tanggal : 29-11-2012 15:18, dibaca 1425 kali.

Pada pengobatan sendiri dengan menggunakan obat bebas atau bebas terbatas, konsumen dituntut untuk dapat memilih sendiri obat yang tepat baginya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih obat adalah:

1. Pilihlah obat yang paling khusus untuk penyakit anda

Sebelum memilih obat, anda perlu mengetahui secara cermat penyakit yang akan anda obati. Ketepatan dalam  memahami penyakit adalah separuh jalan menuju pengobatan yang tepat. Contohnya penyakit batuk, harus diperjelas apakah berjenis batuk berdahak ataukah batuk kering? Apakah disertai pusing? Apakah batuk terjadi karena alergi?
Apakah juga disertai pilek? Apabila ternyata batuk anda adalah batuk berdahak karena alergi tanpa pusing dan pilek, maka anda tidak perlu membeli obat batuk-flu tetapi pilihlah obat batuk berdahak yang mengandung anti alergi.
Perlu diingit bahwa obat juga memiliki efek-efek yang tidak diinginkan. Bentuk kesalahan yang terjadi misalnya orang hanya sakit kepala akan tetapi yang diminum adalah obat flu. Memang kebanyakan obat flu mengandung obat sakit kepala, tetapi obat flu juga mengandung obat-obat lainnya. Ibarat membunuh seorang penjahat yang sebenarnya hanya memerlukan satu peluru, akan tetapi dilakukan dengan granat, penjahat itu mati, tetapi kerusakan yang ditimbulkannya juga lebih banyak. Sebagaian orang terkadang menggunakan beberapa merek sekaligus untuk tujuan yang sama
dengan maksud agar penyakitnya segera sembuh. Hal ini merupakan tindakan yang salah, karena kemungkinan akan terjadi kelebihan dosis yang justru membahayakan tubuh.

2. Mengacu pada kondisi tubuh anda.

Adalah tidak benar anggapan yang menyatakan bahwa obat yang manjur untuk seseorang akan selalu manjur bagi orang lain. Hal ini karena kondisi tubuh seseorang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Kondisi tubuh bisa meliputi keadaan jantung, ginjal, hati, kepekaan tubuh, penyakit yang diderita, berat badan, umur, sedang hamil dan lain sebagainya. Termasuk dalam memilih obat anda harus menyesuaikan antara obat dengan tubuh anda, karena obat memiliki sifat dan cara kerja masing-masing yang pada suatu kondisi tubuh tertentu menjadi kurang efektif atau bahkan berbahaya. Anda dapat membaca leaflet obat pada kolom kontra indikasi, efek samping dan kolom peringatan. Misalnya anda menderita penyakit maag atau tukak lambung berat, akan memilih obat sakit kepala. Anda tidak boleh memilih obat yang mengandung Asetosal maupun ibuprofen, karena kedua obat tersebut dikontra indikasikan untuk penderita maag.
Contoh lainnya adalah anda seorang supir yang setiap hari harus mengendarai mobil, akan memilih obat flu. Anda sebaiknya memilih obat-obat flu yang tidak mengandung Klorfeniramin Maleat (CTM) atau obat lain yang menyebabkan kantuk, terkecuali anda ingin beristirahat selama menggunakan obat tersebut. Dalam hal ini dapat dilihat pada kolom peringatan yang seringkali tertulis: Selama minum obat ini tidak boleh mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.

3. Pilihlah obat yang efek sampingnya paling ringan

Hampir semua obat memiliki efek samping, misalnya berupa mual, muntah, diare, mata kabur, mengantuk, badan lemah, namun demikian terjadinya efek samping juga berat, sementara sebagian yang lain hanya merasakan ringan saja. Sebaiknya anda mengetahui apa efek samping yang mungkin muncul pada obat yang akan dipilih dan tingkat keseringan terjadinya efek samping tersebut. Bila mungkin pilihlah obat yang memiliki efek samping paling ringan

4. Pilihlah bentuk sediaan obat yang paling sesuai dan nyaman.

Suatu obat seringkali tersedia dalam berbagai bentuk sediaan, misalnya tablet, sirup, salep, krim, kapsul. Anda bisa memilih bentuk sediaan obat yang paling aman dan nyaman. Misalnya untuk anak-anak yang susah minum tablet atau kapsul, bisa dipilih bentuk sirup dengan rasa yang tidak pahit. Bila anda hanya menderita penyakit ringan yang cukup diobati dengan obat luar, sebaiknya jangan memilih obat yang diminum (berefek sistemik), karena efek samping obat luar lebih ringan dibandingkan dengan obat yang diminum. Misalnya panu kecil yang tidak parah cukup diberi salep anti jamur,
tidakperlu minum tablet anti jamur.

5. Pilihlah obat yang harganya murah.

Obat dengan harga yang mahal tidak selalu menunjukkan kualitas yang lebih baik. Kenyataannya obat-obat dengan isi yang sama, antar merek obat bisa berbeda harga hingga 3 kali lipat bahkan lebih. Produsen obat berlomba membuat iklan yang menarik, dan biaya iklan yang tinggi ini akan dibebankan kepada harga obat tersebut. Salah satu cara mendapatkan obat bermutu dengan harga yang relatif murah adalah dengan memilih obat generik.

Ref. Panduan Keluraga Memilih dan Menggunakan Obat, Rahayu Widodo



Pengirim : Endang Nurjaman, S.Farm, Apt.


Share This Post To :

Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Komentar FB
Komentar Standar

Komentar Melalui Facebook :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : Nodsbybrido -  [kir.enkinroman@gmail.com]  Tanggal : 07/09/2013
how to make a get well soon card credit union health insurance . mayo clinic mental health <a href="http://priligyuk.myfreeforum.org/">priligy uk price</a> list of indian medicinal plants johns hopkins school of medicine registrar


   Kembali ke Atas