Pencarian
Login/Daftar Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik

Total Hits : 348455
Pengunjung : 80714
Hari ini : 1
Hits hari ini : 39
Member Online : 84
IP : 23.22.240.119
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

smk_sarifarma    
Agenda
19 January 2018
M
S
S
R
K
J
S
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Penggolongan Obat

Tanggal : 29-11-2012 15:09, dibaca 1212 kali.

Untuk meningkatkan keamanan dan ketepatan dalam menggunakan obat, obat-obat
yang beredar digolongkan menjadi empat macam. Penggolongan ini berkaitan dengan
tingkat keamanan suatu obat. Empat golongan tersebut adalah:

Obat bebas.


Yaitu obat yang dapat diperoleh tanpa resep dokter dan bisa diperoleh di apotek, toko obat, toko dan pedagang eceran. Pada kemasan obat ditandai dengan lingkaran hitam dengan latar berwarna hijau. Contohnya adalah Parasetamol (pereda nyeri dan demam) dan produk-produk vitamin.

Obat bebas terbatas


Yaitu obat yang dapat diperoleh tanpa resep dokter, namun pada penggunaannya harus memperhatikan peringatan-peringatan tertentu. Obat ini juga dapat diperoleh di apotek, toko obat, toko dan pedagang eceran. Pada kemasan obat ini ditandai dengan lingkaran hitan dengan latar berwarna biru, juga disertai peringatan dengan latar belakng warna hitam. Contoh obat bebas terbatas adalah obat-obat flu. Adapun peringatan yang dicantumkan ada 6 macam sesuai dengan aturan pemakaian masing-masing obatnya, yaitu:

P No. 1, Awas! Obat Keras, Bacalah Aturan Memakainya
P No. 2, Awas! Obat Keras, Hanya Untuk Kumur, Jangan Ditelan
P No. 3, Awas! Obat Keras, Hanya Untuk Bagian Luar Badan
P No. 4, Awas! Obat Keras, Hanya Untuk Luka Bakar
P No. 5, Awas! Obat Keras, Tidak Boleh Ditelan
P No. 6, Awas! Obat Keras, Obat Wasir, Jangan Ditelan

Obat Keras

Yaitu obat berkhasiat keras yang hanya bisa diperoleh dengan resep dokter atau diberikan Apoteker (Khusus untuk obat yang masuk daftar dalam obat wajib apotek). Obat-obat golongan ini hanya dapat diperoleh di apotek dan tidak boleh
diperjualbelikan di toko obat, toko, atau pedagang eceran. Pada kemasan obat terdapat tanda lingkaran hitam dengan latar berwarna merah dan huruf K berwarna hitam. Umumnya juga disertai tulisan berbunyi: Harus dengan Resep Dokter. Contoh obat keras adalah obat-obat antibiotika.

Psikotropika dan Narkotika. 

Yaitu obat keras yang dapat menyebabkan ketagihan/kecanduan. Hanya bisa diperoleh dengan resep dokter dan hanya dijual diapotek. Apotek wajib melaporkan jumlah dan macamnya di setiap bulannya. Tandanya adalah lingkaran merah dengan latar putih dan tengahnya bergambar palang berwarna merah. Contoh obat psikotropika adalah Diazepam, Luminal, dll. Contoh obat narkotik adalah Codein, Doveri dan Morfin.



Pengirim : Endang Nurjaman, S.Farm, Apt.


Share This Post To :

Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Komentar FB
Komentar Standar

Komentar Melalui Facebook :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : iPQulTsJre -  [lorena.borges@bbcr.com.br]  Tanggal : 16/11/2013
Me dull. You smart. That's just what I <a href="http://hffeyordr.com">nedeed.</a>

Pengirim : tTCxgdRy -  [rfh@rfhcompany.com]  Tanggal : 05/11/2013
bhai sahab aap apni news me krapya karke<a href="http://dafkhxgy.com"> plliong</a> booths by election lad rahe candidates ke votes bhi dikhaye to behtari se pata chalega ki kis candidate ko kis booth par kitne vote mile

Pengirim : rmYMeTK -  [pfeakins@norfolkacademy.org]  Tanggal : 21/10/2013
bhai sahab aap apni news me krapya karke polnilg booths by election lad rahe candidates ke votes bhi dikhaye to behtari se pata chalega ki kis candidate ko kis booth par kitne vote mile


   Kembali ke Atas